Yogyakarta – Konon, anak kecil tidak suka makan sayur. Padahal, sayur mengandung gizi yang baik dan menyehatkan tubuh. Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja) merespons persoalan yang telah mengakar ini dengan menyelenggarakan Fun Cooking dan Makan Sehat.
Selama tiga hari (Selasa–Kamis, 8–10 September 2026), anak-anak dilibatkan dalam kegiatan mengolah sayur-mayur menjadi makanan praktis. Nantinya, makanan itu akan dikonsumsi anak-anak sendiri supaya mereka terbiasa makan sayur.
Meja-meja di tiap ruang kelas dipenuhi oleh potongan-potongan sayur segar, menandakan bahwa mereka akan berkreasi dengan bahan-bahan tersebut. Dimulai dari Kindy-1 yang membuat sandwich di hari Selasa, Playgroup akan membuat salad di hari Rabu, dan ditutup oleh Kindy-2 di hari Kamis dengan olahan tahunya.

Kenali Dulu, Beraksi Kemudian
Sebagai awalan, guru memberikan penjelasan terlebih dulu tentang makanan yang akan dibuat. Didukung tayangan presentasi warna-warni, para guru mendeskripsikan bahan dan kandungan gizi apa saja yang ada dalam tiap jenis olahan.
Aktivitas berikutnya melatih anak-anak untuk tertib sekaligus menjaga kebersihan ketika akan menyentuh makanan. Secara bergantian, mereka mencuci tangan dengan sabun, sebuah langkah awal untuk bekerja dengan bersih dan higienis.
Apron dan topi yang dipakaikan oleh para guru membuat anak-anak tampak seperti koki-koki cilik. Tak lupa, guru juga menjelaskan fungsi perlengkapan-perlengkapan itu sehingga anak bukan sekadar memakai, tetapi juga memahami kegunaannya.

Mengolah Sayuran, Merangkai Pelajaran
Setelah setiap anak memperoleh piring dan duduk di tempatnya masing-masing, guru mulai membimbing mereka untuk meracik makanannya. Dimulai dari persiapan, menyusun isian, sampai mengemas makanan yang sudah siap makan, setiap tahapan dijelaskan tanpa terburu-buru.
Guru berjalan mendekati setiap anak, memastikan mereka mengikuti petunjuk, tidak tertinggal, dan memperoleh porsi sesuai takaran. Bantuan dengan sigap diberikan saat ada anak yang terlihat kesulitan atau minta pertolongan.
Melalui aktivitas ringan, seperti menyusun isian sandwich dan tahu isi, anak mengembangkan kemampuan motorik sekaligus belajar mengikuti instruksi, sabar, bekerja dengan hati-hati, serta menggunakan alat dengan benar dan aman.

Tangan-tangan mungil itu bergerak pelan mengoleskan saus mayones dan memasukkan sayuran ke dalam tahu. “Aku boleh minta nggak?” tanya seorang anak kepada temannya ketika tangannya tidak bisa menggapai saus yang terletak di luar jangkauannya.
Interaksi sederhana selama kegiatan mengajarkan anak berkomunikasi untuk menyampaikan kebutuhannya, tolong menolong, dan berbagi dengan sesama. Satu momen kecil yang menghadirkan banyak pengalaman dan pelajaran berharga.
Belajar Sehat, Mandiri, dan Kreatif melalui Fun Cooking
Fun Cooking telah dirancang sedemikian rupa sehingga tiap prosesnya mengandung pelajaran berharga yang dapat dicerna anak, seperti memperkenalkan mereka kepada konsep makan sehat, membangun food literacy sejak dini, dan mengajarkan basic skill kehidupan.

Hari itu, anak-anak bukan hanya berhasil membuat seporsi makanan sehat. Lebih dari itu, mereka berhasil mengembangkan diri menjadi lebih mandiri, bertanggung jawab, dan kreatif. Pembelajaran yang menyenangkan dan partisipatif ini terasa lebih berkesan dan membuat anak lebih mudah memahami karena adanya praktik secara langsung. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

