Yogyakarta – Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja) berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar yang bukan hanya edukatif, tetapi juga kreatif dan interaktif untuk siswa.
Sejalan dengan komitmen tersebut, PG-K GIS 3 Jogja menerapkan model pembelajaran area di samping model pembelajaran klasikal yang konvensional. Dengan model pembelajaran area, siswa dan guru dituntut untuk terlibat secara aktif.
Ruang-Ruang Kecil Sarana Belajar Siswa
Guna membiasakan siswa dan guru dengan pembelajaran yang kreatif, model pembelajaran area dilaksanakan minimal dua kali dalam satu minggu. Saat hari pelaksanaannya, ruang kelas akan dibagi menjadi 3–5 area.

Kelima area tersebut mencakup area persiapan, bermain peran, seni atau art and craft, balok, dan sains. Nantinya, siswa diberi kebebasan untuk memilih 3–4 area yang mereka minati dan akan dibimbing oleh gurunya dalam melakukan aktivitas di area tersebut.
Setiap area maksimal diisi oleh lima orang anak. Ini menjaga agar area tersebut tidak terlalu padat dan setiap siswa di dalamnya dapat mengeksplor dan merasakan pengalaman belajar yang optimal dengan lebih leluasa.
Tidak ada batasan waktu yang ditetapkan untuk setiap area. Siswa diberi kesempatan untuk menjelajahi area yang dipilih sesuka hati sampai merasa puas dan selesai. Setelahnya, mereka boleh berpindah ke area lain yang belum penuh.

Praktik pembelajaran area yang variatif sering kali berhasil menarik perhatian siswa. Terkadang, siswa jadi tidak ingin berpindah ke area lain dan ingin terus berada di area yang sama.
Pada kondisi tersebut lah peran guru menjadi sangat penting. Guru didorong untuk mampu mengenali minat siswa dan mengarahkan agar mereka tetap dapat merasakan pembelajaran yang holistik.
Ketika Siswa dan Guru Belajar Bersama
Model pembelajaran area merupakan model belajar yang inovatif dan sesuai untuk dilaksanakan dalam jangka panjang. Selain mendukung perkembangan kognitif dan motorik siswa, model belajar ini juga berpengaruh terhadap karakter siswa dan guru.

Kebebasan memilih yang diberikan kepada siswa membuat mereka lebih mampu melihat ke dalam untuk mengenali diri dan minatnya. Membiasakan mereka memilih sejak kecil juga melatih mereka untuk menjadi berani dan percaya diri untuk mengambil keputusan sendiri.
Ragam area belajar yang tersedia selalu berubah pada setiap pembelajaran. Situasi ini menuntut guru untuk terus berpikir kreatif demi menyusun aktivitas area yang bervariasi dan menyenangkan.
Pengamatan berkelanjutan terhadap area yang dipilih siswa membuat minat mereka lebih mudah diidentifikasi. Guru juga jadi lebih mudah menentukan dan merancang arah pembelajaran yang dapat mengasah minat dan bakat siswa.

Menjadikan Proses Belajar menjadi Lebih Bermakna
Pembelajaran klasikal yang mengharuskan siswa duduk diam di kelas kerap terasa membosankan, terutama untuk usia taman kanak-kanak yang aktif. Maka pembelajaran area dihadirkan di PG-K GIS 3 Jogja sebagai solusi untuk persoalan tersebut.
Model pembelajaran area dapat terus berlanjut guna mendukung proses belajar dan pertumbuhan siswa. Diharapkan, pembelajaran model ini mampu melahirkan siswa yang imajinatif, cerdas, dan bisa mengenali dirinya. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

