Where Curiosity Meets Little Explorers: Science Fair at PG-K GIS 3 Jogja

Momen keceriaan siswa ketika mempraktikkan eksperimen gunung meletus

Yogyakarta – Saat anak berada di usia dini, penting untuk memfasilitasi mereka mengeksplor dunia yang lebih luas. Berbekal keyakinan tersebut, Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja) menyelenggarakan Science Fair.

Science Fair berlangsung sejak Senin–Jumat, 2–6 Februari 2026 dan diikuti oleh 87 siswa Playgroup dan Kindy-1. Mengangkat tema “Super Science: Ready, Set, Explore!”, kegiatan ini ingin menyiapkan siswa menjadi seseorang yang senantiasa antusias belajar hal baru.

Memanfaatkan alat-alat sains sederhana, siswa-siswi PG-K dilibatkan secara aktif dalam berbagai pengamatan dan percobaan. Mereka dibagi ke dalam kelompok-kelompok beranggotakan tiga sampai empat orang.

Potret sekelompok siswa sedang melakukan eksperimen mengembangkan balon tanpa meniup
Potret sekelompok siswa sedang melakukan eksperimen mengembangkan balon tanpa meniup (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Ruang Kelas yang Dipenuhi Rasa Ingin Tahu

Di kelas, satu kelompok siswa sudah menempatkan diri di meja yang tersedia di depan kelas. Di atas meja, tergeletak seperangkat alat dan bahan yang siap digunakan untuk melakukan percobaan sains sederhana.

Siswa-siswi lain duduk di hadapan ketiga temannya. Matanya melihat ke depan, seolah memancarkan keingintahuan yang tinggi. Mereka tampak penasaran dengan apa yang akan ditampilkan oleh temannya.

Tanpa menunggu lama, siswa-siswi presenter langsung memulai eksperimen dengan penuh semangat. Seketika, ruang-ruang kelas di PG-K GIS 3 Jogja menjelma menjadi “laboratorium” bagi para profesor cilik dari Playgroup dan Kindy-1

Potret keseruan siswa ketika bereksperimen membuat pelangi di kertas
Potret keseruan siswa ketika bereksperimen membuat pelangi di kertas (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Selama lima hari, berbagai eksperimen seru mewarnai kegiatan belajar di kelas. Mulai dari eksperimen gunung meletus dan balon yang mengembang tanpa ditiup. Lewat percobaan-percobaan itu, siswa belajar sambil bermain dan bereksplorasi.

Dengan bantuan parents, siswa mempraktikkan eksperimen yang telah mereka siapkan dengan matang. Sorak bahagia terdengar setiap kali eksperimen mencapai puncaknya. Suara tepuk tangan sebagai wujud apresiasi terhadap siswa menggema di seisi ruangan.

Presentasi pun selesai. Sang guru memancing siswa-siswi untuk bertanya tentang, “Kenapa, ya, hal itu bisa terjadi?” Pertanyaan tersebut kemudian dijawab dan dijelaskan oleh siswa presenter. Praktik seperti ini membantu siswa belajar berpikir kritis dan memahami pengalaman yang mereka dapat.

Siswa dari kelompok lain ikut mencoba eksperimen yang dipresentasikan dengan antusias
Siswa dari kelompok lain ikut mencoba eksperimen yang dipresentasikan dengan antusias (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Suasana menjadi riuh kembali saat setiap siswa mengangkat tangan dan menyerukan, “Mau!” ketika diajak mencoba mempraktikkan eksperimen yang dipresentasikan temannya. Namun, keterbatasan waktu membuat guru harus memilih beberapa siswa saja.

Ada kuis ringan dari tim presenter untuk siswa-siswi audience. Mereka yang bisa menjawab, akan berkesempatan mencoba eksperimen itu. Tangan-tangan mungil itu terangkat ke udara, tanda antusiasme yang meluap. Kuis-kuis kecil ini memastikan siswa mendengarkan, memerhatikan, dan memahami dengan baik.

Setiap sesi presentasi diakhiri dengan dokumentasi dan pemberian medali kepada para siswa presenter. Wajah-wajah mereka menyiratkan kebahagiaan. Dengan bangga, medali tersebut dipamerkan kepada orang tua masing-masing.

Potret tiga orang siswa mengenakan medali yang diberikan sebagai apresiasi atas pekerjaan mereka
Potret tiga orang siswa mengenakan medali yang diberikan sebagai apresiasi atas pekerjaan mereka (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Science Fair: Ruang Belajar, Berani, dan Bereksplorasi

Science Fair bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, bekerja sama dalam kelompok, dan mengimplementasikan metode ilmiah dalam mengeksplorasi berbagai fenomena yang ada di lingkungan sekitar.

Mempresentasikan karya dan temuan di hadapan teman-teman dan guru melatih siswa menjadi lebih berani dan percaya diri sekaligus mengasah keterampilan presentasi dan komunikasi mereka.

Pembelajaran sains dengan cara yang menyenangkan sangat penting, khususnya untuk anak usia dini yang sedang berada dalam masa golden age. Rasa ingin tahu terhadap dunia akan terbuka seiring dengan kesempatan menjelajah yang diberikan pada mereka. 

Orang tua hadir sebagai pendamping siswa ketika melakukan eksperimen di depan kelas
Orang tua hadir sebagai pendamping siswa ketika melakukan eksperimen di depan kelas (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Diharapkan, kegiatan Science Fair dapat terus dilaksanakan secara rutin oleh PG-K GIS 3 Jogja. Apalagi, kegiatan ini membawa manfaat dan dampak positif bagi perkembangan kemampuan kognitif maupun motorik siswa. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *