Seeing the Sweet Interaction Between Father and Their Child through Father’s Day 2025

Potret siswa-siswi bersama orang tuanya dalam balutan pakaian senada

Yogyakarta – Kegiatan Father’s Day 2025 telah berhasil diselenggarakan pada Sabtu, 20 September 2025 pada pukul 08.00–11.00 WIB oleh unit Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja). Sesuai namanya, kegiatan ini melibatkan ayah para siswa.

Selama satu hari, para siswa dan ayahnya akan menghabiskan waktu bersama. Kebersamaan mereka menjadikan suasana lapangan GIS 3 Jogja hari itu lebih meriah dari biasanya. Sejumlah permainan (games) dirancang untuk meningkatkan kerja sama antara ayah-anak.

Indonesia Darurat Fatherhood

Beberapa tahun belakangan, Indonesia ramai disebut sebagai negara dengan tingkat fatherless tertinggi ketiga di dunia. Artinya, anak mengalami kekurangan atau bahkan kehilangan peran ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembangnya.

Ayah dan anak bergandengan tangan memasuki ruang kegiatan
Ayah dan anak bergandengan tangan memasuki ruang kegiatan (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Kondisi fatherless memberikan dampak luar biasa bagi anak. Mereka bisa kesulitan membangun hubungan sosial yang sehat, mudah merasa rendah diri, dan rentan terpengaruh pergaulan yang kurang baik.

Ayah berperan penting sebagai role model dalam membentuk karakter anak yang pemberani, mandiri, dan percaya diri. Perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak juga secara signifikan dipengaruhi oleh kehadiran dan kedekatannya dengan ayah. Itu sebabnya, penting bagi ayah untuk hadir dalam masa pertumbuhan anak.

Memperkuat Hubungan Ayah-Anak melalui Rangkaian Kegiatan Father’s Day 2025

Di tengah segala kesibukannya, para ayah siswa PG-K meluangkan sejenak waktunya untuk menghadiri kegiatan Father’s Day 2025, menghabiskan waktu bersama anaknya. Mengenakan baju dengan warna senada, pasangan ayah-anak tampak serasi dan kompak.

Sebelum berbagai perlombaan dimulai, seorang perwakilan ayah siswa memberi sambutan kemudian dilanjutkan dengan persembahan flashmob dari seluruh siswa dan guru. Aktivitas pembuka ini berhasil mengawali kegiatan dengan sempurna, menerbitkan senyum dan tawa serta membangkitkan spirit para hadirin.

Suasana hangat segera tercipta melalui acara lomba mewarnai. Beberapa ayah tampak merangkul anaknya sambil membantu mewarnai, beberapa yang lain memerhatikan hasil goresan pensil warna sang anak dengan saksama. Kehadiran ayah di sisi anak bisa membuat anak lebih percaya diri dengan karya mereka.

Seorang ayah merangkul anaknya sembari membantu mewarnai
Seorang ayah merangkul anaknya sembari membantu mewarnai (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Setelah lomba mewarnai, kegiatan berlanjut ke game tangkap bola. Permainan ini menguji kekompakan dan kerja sama antara ayah dan anak, menjadikan hubungan keduanya semakin dekat. Suara tawa dan seruan membuat suasana semakin hidup. Interaksi antara ayah dan anak pun terasa semakin erat dan menyenangkan.

Berikutnya, Tim Rangkul akan memilih siapa saja pasangan ayah dan anak yang akan berpartisipasi dalam challenge tembak gelas. Pada challenge ini, gelas kertas putih disusun di hadapan anak dan sang ayah akan ‘menembakkan’ bola pingpong ke arah susunan gelas tersebut.

Permainan terakhir diberi judul “Makanan Kesukaanku”. Anak dan ayah akan diberi sepaket plastisin yang harus dibentuk menyerupai makanan favorit mereka. Tidak kalah antusias dengan anaknya, sang ayah ikut berkarya dengan plastisin. Terlihat sederhana, tetapi momen ini mampu menjadi momen yang bermakna bagi keduanya.

Potret seorang anak menunjukkan karya "Makanan Kesukaanku" buatannya bersama sang ayah
Potret seorang anak menunjukkan karya “Makanan Kesukaanku” buatannya bersama sang ayah (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Upaya Menghadirkan Sosok Ayah dalam Pertumbuhan Anak

GIS 3 Jogja memahami urgensi keterlibatan ayah dalam pertumbuhan setiap anak, terutama pada anak usia dini. Oleh karena itu, Father’s Day 2025 menjadi satu momen yang diciptakan untuk mempererat hubungan antara keduanya.

GIS 3 Jogja percaya, setiap anak berhak memperoleh perhatian, kasih sayang, dan waktu yang berkualitas bersama seluruh anggota keluarga, tidak terkecuali ayah. Maka kegiatan ini merupakan bukti komitmen sekolah untuk menghadirkan ruang yang mendorong keterlibatan ayah dalam tahap perkembangan anak. []

 

 

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *