Yogyakarta – Di Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja), field trip merupakan agenda yang tidak boleh dilewatkan setiap tahunnya. Harapannya, dari situ, anak bisa membangun wawasan lewat pembelajaran di alam terbuka.
Field trip Kindy-1 tahun ini mengangkat tema “Discovering the Wonders of Flight”. Dari tema itu, sudah terlihat bahwa anak-anak akan diajak menemukan hal-hal menakjubkan tentang dunia penerbangan.
Sejumlah 54 anak menjelajahi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala—atau kerap disebut Museum Dirgantara—pada hari Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 08.00–10.45 WIB. Di sana, mereka belajar dari para tour guide yang pengetahuan seputar kedirgantaraannya tidak perlu diragukan lagi.

Belajar dan Bermain di Dunia Penerbangan
Sesampainya di Museum Dirgantara, anak-anak disambut hangat oleh Bapak TNI Angkatan Udara (AU) yang siap memberi ilmu tentang sejarah penerbangan di Indonesia. Beliau juga memperkenalkan tokoh-tokoh yang berjasa bagi aviasi negara kita, misalnya Adi Sucipto dan Hardjolukito.
Anak-anak menyimak kata demi kata yang disampaikan dengan serius. Ketertarikan mereka semakin bertambah saat Bapak TNI menjelaskan ragam alat utama sistem senjata (alutsista) serta pangkat kedirgantaraan dari zaman ke zaman.
Pemaparan dari Bapak TNI itu menjadi satu permulaan yang bagus karena dapat merangsang rasa ingin tahu anak sejak awal. Nanti, mereka tinggal memperdalam pengetahuan lewat pengamatan langsung di dalam area museum.

Begitu memasuki ruang pamer, anak-anak langsung terpana. Kepalanya mendongak, matanya sibuk mengagumi berbagai koleksi pesawat tempur yang ditampilkan di kiri kanan mereka. Di momen ini pula, mereka berkesempatan melihat pesawat pertama di Indonesia yang merupakan hasil rampasan dari Jepang.
Bagian yang paling ditunggu-tunggu adalah ketika mereka merasakan sensasi menaiki dan duduk di dalam salah satu pesawat tempur. Mereka jadi bisa melihat bagian-bagian pesawat lebih dekat sekaligus membayangkan bagaimana rasanya menjadi bagian dari personel AU.
Sesi yang tidak kalah menarik, yaitu menonton film pendek tentang sejarah penerbangan Indonesia. Anak-anak duduk rapi di sebuah ruangan serupa bioskop. Suasana yang semula ramai berganti hening saat mereka mulai mengikuti cerita yang tersaji di layar lebar.

Usai belajar dari seluruh penjuru museum, anak-anak diberi waktu bermain-main di taman. Mereka berlarian ke sana kemari, menghampiri pesawat yang dipamerkan di area terbuka itu. Roda-roda dan sayapnya mereka dekati, seolah sedang meneliti objek itu lebih dalam.
Menjelang tengah hari, anak-anak sudah kembali menginjakkan kaki di sekolah. Sebelum pulang, mereka melakukan refleksi singkat tentang perjalanan hari ini untuk mengingat lagi apa saja yang sudah dipelajari dan apa yang mereka dapatkan dari petualangan ini.
Nilai-Nilai yang Tidak Terlihat dari Pengalaman Field Trip
Field trip mengajak anak untuk lebih mengenali lingkungan sekitarnya sehingga mereka memiliki pengalaman belajar konkret. Bukan sekadar tahu, anak juga didorong untuk memahami materi pembelajaran.

Di samping itu, field trip sering kali menghadapkan anak dengan berbagai pengalaman baru sehingga mereka terpacu untuk mencobanya. Praktik seperti ini melatih anak untuk berani menghadapi hal baru, meningkatkan keberanian serta kepercayaan diri sekaligus mengasah kemampuan anak dalam menyelesaikan suatu persoalan.
Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa bersama field trip ini, PG-K GIS 3 Jogja berupaya membentuk anak dengan wawasan yang luas, pemahaman akan lingkungan sekitar, dan memiliki karakter yang positif. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

