A Bowl Full of Happiness: PG-K GIS 3 Jogja Celebrates National Children’s Day 2026

Dua orang siswa tampak sedang meracik saladnya

Yogyakarta – Tanggal 23 Juli di Indonesia diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja) tak ketinggalan ikut merayakan hari istimewa bagi para anak ini. Di tahun 2026, HAN mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.

PG-K memiliki cara tersendiri untuk memperingati HAN, yaitu dengan mengajak siswa-siswinya berkreasi membuat salad buah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Juli 2026 pukul 08.30 WIB di ruang kelasnya masing-masing.

Dari Buah-buahan Menuju Pembelajaran

Buah-buahan segar, mulai dari mangga, semangka, sampai anggur hijau, ditata rapi di salah satu meja di setiap ruang kelas PG-K. Warna-warninya yang memanjakan mata telah menarik perhatian siswa sedari awal.

Namun, sebelum menyentuh buah-buahan itu, mereka terlebih dulu menerima penjelasan dari teacher tentang bagaimana cara membuat salad buah. Rasa ingin tahu sekaligus antusias mendorong mereka untuk memperhatikan penjelasan dengan saksama.

Potret teacher sedang memberikan penjelasan tentang cara membuat salad
Potret teacher sedang memberikan penjelasan tentang cara membuat salad (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Selanjutnya, satu per satu siswa mendapat giliran untuk meracik sendiri saladnya. Diawali dengan cuci tangan secara bergantian, mereka kemudian memilih buah yang akan dimasukkan ke mangkuk saladnya. 

Praktik seperti itu memperkenalkan siswa dengan konsep mengantre sehingga mereka terlatih untuk bersikap sabar dan disiplin. Mereka juga diajarkan untuk mengambil keputusan sederhana: tentang isi mangkuknya serta tanggung jawab untuk menghabiskan makanannya hingga tandas.

Makna di Balik Proses Pembuatan Semangkuk Salad

Tema yang diusung tahun ini mengandung makna yang mendalam tentang kasih sayang dan kedekatan anak dengan orang-orang di sekelilingnya, keamanan anak, serta stimulasi tumbuh kembang mereka.

Proses membuat salad merupakan perwujudan nyata dari hal-hal tersebut. Kasih sayang dan kedekatan, misalnya, tercipta dari bimbingan dan edukasi lembut teachers terhadap siswa. Selain itu, apresiasi atas kreativitas mereka juga menjadi kalimat afirmasi yang melahirkan karakter siswa yang percaya diri dan merasa bernilai.

Potret keceriaan siswa ketika menikmati salad racikannya
Potret keceriaan siswa ketika menikmati salad racikannya (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Kata “Lindungi” pada tema berkaitan erat dengan upaya menjaga keamanan siswa ketika bekerja. Selama membuat salad, siswa belajar memakai alat kerja yang aman, seperti mangkuk dan sendok berbahan plastik. Di samping itu, praktik mencuci tangan sebelum makan juga merupakan bentuk perlindungan terhadap kesehatan siswa. 

Aktivitas-aktivitas sederhana, seperti menuang saus salad dan mengenal warna serta konsep pencampuran rasa, dapat melatih motorik halus siswa dan kognitif yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang siswa di masa depan.

Kemandirian siswa dilatih lewat praktik meracik saladnya sesuai kreativitas dan kapasitasnya. Dari sini, teachers mengembangkan jiwa kemandirian dan kebiasaan hidup sehat yang, harapannya, dapat bermanfaat bagi pertumbuhannya.

Praktik membuat salad bagi siswa PG-K barangkali tampak seperti suatu kegiatan sederhana. Namun, lewat kegiatan sederhana tersebut diharapkan siswa dapat meneladani dan membawa pulang sikap-sikap positif yang ditanamkan para teacher di sekolah. []

Seorang siswa sedang memilih buah-buahan untuk dimasukkan ke dalam mangkuk saladnya
Seorang siswa sedang memilih buah-buahan untuk dimasukkan ke dalam mangkuk saladnya (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *