Yogyakarta – Suasana berbeda tampak di Basement Hall Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) pada Rabu, 13 Mei 2026. Sejak pagi, siswa Playgroup-Kindergarten hadir dengan penuh antusias untuk mengikuti kegiatan Manasik Haji bertema “Little Pilgrims, Big Barakah!”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa Kindy-1 dan Kindy-2.
Kecil-Kecil Siap Berhaji! Intip Serunya Manasik Haji Interaktif di PG-K GIS 3 Jogja
Kegiatan dibuka dengan sesi interaktif yang berhasil membangun semangat siswa sejak awal. Teachers mengajak siswa mengingat kembali pengetahuan dasar tentang ibadah Haji melalui pertanyaan sederhana, tetapi reflektif, seperti “Haji dilaksanakan di mana?” dan “Siapa yang membangun Ka’bah?”.
Welcoming speech yang hangat dari Ms. Anita, Wakil Kepala Sekolah PG-K GIS 3 Jogja, menjadi pembuka kegiatan Manasik Haji. Sambutan itu membuat wajah-wajah kecil di hadapannya perlahan fokus menyambut rangkaian kegiatan hari itu.

Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi menjadi dua kloter. Grade Kindy-2 menjadi kloter pertama, sedangkan Kindy-1 berada di kloter kedua. Pembagian ini dilakukan agar teachers dapat mendampingi setiap siswa dengan lebih optimal selama kegiatan berlangsung.
Kloter pertama diberangkatkan lebih dahulu bersama Ms. Tika. Sebelum memulai perjalanan, siswa diminta berbaris sesuai kelompok daerah yang telah ditentukan, seperti Gunungkidul, Kulon Progo, Pandeglang, dan beberapa daerah lainnya. Pengelompokan ini membantu proses keberangkatan menjadi lebih rapi dan tertib.
Sembari menunggu kloter pertama berjalan agak jauh, kloter kedua masih duduk rapi di tempatnya. Para teachers mengisi waktu dengan mengadakan kuis ringan tentang ibadah Haji sehingga siswa tetap melakukan aktivitas bermanfaat selama menunggu.

Bacaan niat dibaca bersama-sama dengan panduan masing-masing pendamping kloter. Sepatah demi sepatah kalimat niat diucapkan Ms. Tika maupun Mr. Ikhsan secara perlahan, kemudian diikuti siswa dengan penuh semangat.
Perjalanan pun dimulai. Diawali dengan mengunjungi “Bukit Arafah”. Tidak lupa, kalimat Talbiyah dilafalkan di setiap langkah kecil mereka. Sampai di sana, pendamping kloter memberikan gambaran tentang wujud bukit tersebut dan memberi tahu doa-doa apa saja yang dipanjatkan.
Usai berdoa di Bukit Arafah, siswa kembali berbaris rapi mengikuti pendamping menuju Muzdalifah. Di sana, mereka menerima kantong kecil berisi kerikil untuk persiapan lempar jumrah. Teachers pun menjelaskan bahwa pada ibadah Haji yang sebenarnya, jemaah perlu mengumpulkan kerikilnya secara mandiri.

Selanjutnya, siswa berdiri di hadapan tiga tiang yang menjulang tinggi. Tiga tiang yang melambangkan Jamrah Ula, Jamrah Wusta, dan Jamrah Aqabah. Pendamping kloter menjelaskan tata cara melempar kerikil, jumlah lemparan, serta bacaan yang dilafalkan selama prosesi berlangsung. Beberapa teachers turut mendampingi agar siswa dapat mengikuti kegiatan dengan tertib dan tepat.
Berikutnya, rombongan bergerak ke area Ka’bah untuk melaksanakan ibadah berikutnya, yaitu tawaf. Siswa dan pendampingnya berjalan mengitari replika bangunan suci tersebut sebanyak tujuh kali putaran.
Bukit Shafa dan Marwah menjadi pemberhentian terakhir dalam rangkaian Manasik Haji hari itu. Mengikuti garis berwarna yang telah disiapkan, siswa melakukan sa’i dari Shafa ke Marwah—berjalan saat melewati garis merah dan berlari-lari kecil di garis hijau.

Setelah menyelesaikan sa’i, siswa melanjutkan rangkaian manasik dengan mengikuti mabit di Mina. Dalam suasana yang hangat dan menyenangkan, students menikmati kurma dan minum air zam-zam sebagai bagian dari pengenalan tradisi ibadah Haji kepada mereka.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tahalul. Dengan penuh antusias, siswa mengikuti arahan teachers sambil memahami bahwa tahalul menjadi salah satu tanda selesainya sebagian rangkaian ibadah Haji. Setelah itu, siswa kembali menuju area Ka’bah untuk melaksanakan thawaf wada sebagai penutup seluruh rangkaian manasik hari itu.
Setelah seluruh tahapan terlaksana, siswa kembali ke Basement Hall dan duduk rapi di kursinya semula. Review singkat dilakukan untuk menjaga ingatan sekaligus memastikan siswa paham tentang apa yang baru saja dilakukan.

Dari Manasik untuk Karakter Apik: Meniti Pilar Keislaman di PG-K
Manasik Haji di PG-K GIS 3 Jogja bukan sekadar praktik mengajarkan ilmu agama Islam kepada siswa. Lebih dari itu, kegiatan ini juga berupaya menanamkan nilai-nilai positif dalam diri mereka, seperti belajar antre, disiplin, dan fokus dalam bertindak.
Melalui kegiatan ini, PG-K GIS 3 Jogja juga terus menguatkan Pilar Keislaman yang menjadi salah satu fondasi utama pendidikan di sekolah. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan bermakna, sekolah berharap dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, berkarakter positif, dan memiliki kecintaan terhadap nilai-nilai Islam sejak usia dini. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

