Beyond Buying and Selling: Nurturing Young Entrepreneurs at PG-K GIS 3 Jogja Market Day 2026

Kelas Kindy-2C berpose bersama gurunya di depan booth miliknya

Yogyakarta – Ada yang tidak biasa dari selasar Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja). Selasar yang biasanya lengang itu kini dipenuhi meja dan kursi yang telah didekorasi sejak hari-hari sebelumnya, menandakan kesiapan penyelenggaraan kegiatan GIS Market atau Market Day 2026 di PG-K.

GIS Market yang tahun ini mengangkat tema “Fresh, Fun, Farmtastic” sukses digelar pada hari Jumat, 17 April 2026, mulai pukul 08.00–11.00 WIB. Sebanyak 154 siswa PG-K turut berpartisipasi dalam kegiatan yang menerapkan metode pembelajaran collaborative learning ini.

Balon Satwa yang Mengangkasa: Langkah Awal Entrepreneur Cilik

Ditemani hangatnya matahari pagi itu, siswa-siswi PG-K GIS 3 Jogja berkumpul di depan lobi dan berbaris sesuai kelasnya. Setiap kelas memiliki dresscode masing-masing. Ada yang kompak berbaju hijau, kuning, sampai mengenakan kaus kelas berwarna putih.

Pose ceria seorang siswa PG-K GIS 3 Jogja sesaat sebelum agenda opening dimulai
Pose ceria seorang siswa PG-K GIS 3 Jogja sesaat sebelum agenda opening dimulai (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Sebelum kegiatan dimulai, siswa melantunkan Surah Al-Fatihah dan beberapa doa yang dipimpin oleh Ms. Tika. Selanjutnya, Ms. Lily dan Ms. Salsa bersama MJ dan Bellva memandu opening melalui lagu interaktif yang membangkitkan semangat siswa. 

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Ms. Lilis, Kepala Sekolah PG-K GIS 3 Jogja, yang mengingatkan siswa untuk mengucapkan “thank you” dan “please” saat berbelanja maupun berjualan.

Diiringi tatapan tidak sabar siswa, Ms. Lilis menggunting tali tiga balon berkarakter hewan sebagai simbol dimulainya Market Day hari itu. Sorak gembira siswa terdengar dari mulut-mulut mungil mereka, tangannya melambai-lambai, seolah mengucapkan perpisahan kepada ketiga “hewan” tersebut.

Momen ketika tiga balon hewan dipotong sebagai pertanda dimulainya kegiatan Market Day 2026
Momen ketika tiga balon hewan dipotong sebagai pertanda dimulainya kegiatan Market Day 2026 (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Sebelum mulai berbelanja, siswa Playgroup dan Kindy-1 diarahkan ke kelas terlebih dulu untuk pengarahan lebih lanjut. Mereka diberi shopping list yang kemudian dikalungkan di leher. Bukan sekadar daftar belanja, list ini merupakan sarana siswa untuk belajar mengelola pengeluaran.

Saat Si Kecil Belajar Jadi Entrepreneur

Selasar dan hall PG-K tampak semarak. Meja-meja dan kursi-kursi kecil ditata sedemikian rupa menjadi booth tempat empat kelas Kindy-2 menaruh dagangannya. Ada juga yang memanfaatkan evamat untuk alas wahana bermain.

Kindy-2A hadir dengan playtime zone yang menawarkan permainan memancing ikan dan bermain pasir. Mainan, seperti balon dan bando berkarakter hewan, serta celengan, bisa ditemukan di booth milik Kindy-2B.

Siswa Kindy-2A tampak sedang mempromosikan area bermain pasir yang mereka sediakan
Siswa Kindy-2A tampak sedang mempromosikan area bermain pasir yang mereka sediakan (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Kindy-2C menghadirkan makanan sehat, melalui beragam sayuran, buah, dan susu yang masing-masing dijual dengan harga Rp7.000,00. Sementara itu, Kindy-2D menawarkan aktivitas yang dapat mengasah kreativitas, seperti DIY bracelet dan DIY keychain dengan beads yang telah mereka sediakan.

Sebelum mulai berjualan, guru kelas memberi pesan kepada siswanya, “Kalau ada yang beli, berdiri, ya. Dibantu cari barangnya.” Meski terkesan sederhana, lewat pesan tersebut, para guru sedang menanamkan adab jual beli kepada siswa.

Sembari menunggu kehadiran pembeli, Kindy-2 bersiap, menempatkan diri di booth kelasnya. Mereka tersenyum, menawarkan dagangan, dan melayani dengan ramah ketika adik-adik Playgroup dan Kindy-1 berkunjung. Ketika ada yang ingin bermain pasir, misalnya, siswa Kindy-2A dengan telaten memasangkan tiket ke pergelangan tangan pembeli.

Siswa Kindy-2 terlihat duduk di booth sembari menunggu kedatangan pembeli
Siswa Kindy-2 terlihat duduk di booth sembari menunggu kedatangan pembeli (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Setiap siswa yang membeli pun tampak tertib. Mereka berbaris dengan rapi, mengantre, dan menunggu giliran dengan penuh kesabaran. Tak lupa, mereka membawa tas belanja, shopping list, dan uang untuk berbelanja.

Dalam praktiknya, siswa penjual menerima uang, memberikan kembalian, lalu menempatkannya di tempat yang tersedia. Melalui pengalaman sederhana ini, siswa mulai dikenalkan pada cara mengelola uang secara langsung. 

Ada raut kegembiraan terpancar dari wajah siswa ketika berhasil menjual barang dagangan dan memperoleh lembaran-lembaran rupiah. Meski mungkin belum memahami total nominal yang dimilikinya, siswa mulai mengenal konsep berhitung uang dengan menghitung jumlah lembar yang dimiliki. 

Seorang siswa tampak sedang melihat barang yang dijual dengan bimbingan gurunya
Dengan bimbingan gurunya, seorang siswa melihat-lihat barang yang diperjualbelikan oleh Kindy-2 (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Mendekati pukul 10.00 WIB, barang-barang di meja sudah semakin berkurang, menandakan dagangan hari itu laku terjual. Sedikit-sedikit, barang yang tersisa dibereskan bersama-sama dan mereka pun kembali ke kelas masing-masing.

Di dalam kelas, Market Day ditutup dengan sesi penyimpulan. Pada momen ini, siswa diajak merefleksikan pengalaman mereka, mulai dari proses berjualan sampai perasaan selama kegiatan. Melalui berbagi cerita sederhana, siswa kembali mengingat pelajaran yang diperoleh hari itu.

Sebagai hadiah atas usaha hebat para siswa, ada apresiasi untuk beberapa siswa dan booth yang terbagi dalam beberapa kategori, yaitu best seller, best service, best booth decoration, best promotion, dan the most dedicated team.

Potret siswa Kindy-2B tengah melayani pembeli yang sedang melihat-lihat dagangannya
Potret siswa Kindy-2B tengah melayani pembeli yang sedang melihat-lihat dagangannya (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Dari GIS Market Menuju Karakter Masa Depan

Market Day bukan saja mengajarkan siswa mengenai praktik jual beli, tetapi juga peduli dan peka terhadap lingkungan dengan membawa tas belanja sendiri. Melalui kebiasaan ini, siswa mulai mengenal pilihan sederhana yang berdampak pada lingkungan. 

Tidak hanya itu, siswa belajar untuk berani mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Misalnya, peran kasir ditawarkan kepada siswa yang sudah mampu berhitung. Namun, siswa tetap boleh menolak. Jadi, mereka belajar mengenali kesiapan diri dan memilih peran yang paling nyaman bagi mereka.  

GIS 3 Jogja berkomitmen menanamkan nilai-nilai kehidupan yang dapat diterapkan siswa di masa mendatang. Sejak dini, jiwa kewirausahaan telah dipupuk dalam diri siswa. Harapannya, besar nanti, mereka bisa memahami proses muamalah yang baik dan menerapkan praktik jual beli sesuai syariat.

GIS Market juga mengajak siswa lebih mandiri dan bisa memecahkan masalah yang dihadapinya. Mereka juga diajarkan untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab, jujur, dan santun dalam berinteraksi dengan manusia lain. []

Potret siswa Playgroup-A yang terlihat serius bermain pasir
Potret siswa Playgroup-A yang terlihat serius bermain pasir (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

 

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *