Yogyakarta – Pagi itu, Jumat, 14 Agustus 2026, parents mencoba sejenak menjadi anak-anak dalam kelas pengenalan Montessori, sebuah program baru yang dibuka di Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja).
Ruang Montessori yang terletak di sudut lantai dua itu bernuansa cokelat terang, membuat kesan rapi sekaligus hangat terpancar ketika memasukinya. Ms. Lili, pengajar di kelas Montessori, menyambut kehadiran setiap parents dengan senyuman ramahnya.
Montessori: Sebuah Cara Memahami Anak
Melalui presentasi sederhana, tetapi mengena, Ms. Lili menjelaskan apa itu Montessori, bagaimana mekanisme pelaksanaannya di sekolah, dan bagaimana prinsip-prinsip metode Montessori dapat membantu tumbuh kembang anak.

Montessori adalah pendidikan yang menekankan pada kemandirian, kebebasan dalam batasan, dan pembelajaran lewat pengalaman langsung. Di sini, orang dewasa, seperti parents dan teachers juga dituntut untuk hadir di sekitar anak.
“Setiap anak sudah lahir dengan potensinya masing-masing,” tutur Ms. Lili saat menjelaskan tentang Montessori sebagai teropong. Selanjutnya, orang dewasa lah yang perlu menciptakan kesempatan dan lingkungan yang tepat untuk mendukung perkembangan putra-putrinya.
Untuk mewujudkan lingkungan belajar yang optimal, Montessori menganut beberapa prinsip: lingkungan yang dipersiapkan, pikiran penyerap, kebebasan dalam batasan, belajar melalui pengalaman, menghormati anak, orang dewasa sebagai pengamat, dan kemandirian.

Sesi presentasi berlangsung dengan menyenangkan. Sesekali canda tawa tercipta untuk mencairkan suasana. Dalam suasana yang santai dan ringan, parents terlihat lebih antusias menyimak setiap eksplanasi yang disampaikan.
Parents diberi kesempatan untuk memahami Montessori lebih dalam sekaligus menanyakan segala keresahan dan kebingungan mereka dalam sesi tanya jawab. Ada yang mengulik program Montessori di sekolah, ada yang penasaran dengan penerapan Montessori di rumah. Namun, keduanya sama-sama mencari jawaban untuk pertumbuhan anaknya.
Memahami Anak Melalui Game Montessori
Di penghujung kegiatan, parents diajak bermain langsung dengan properti yang biasa digunakan anak saat kelas Montessori. Sesaat, parents merasakan kembali menjadi anak-anak ketika mereka memainkan silent game dan rainbow parachute.

Keheningan seketika menyelimuti ruangan ketika silent game berlangsung. Sementara rainbow parachute menuntut konsentrasi untuk menggerakkan parasut sesuai lagu yang diputar. Dari kegiatan ini, parents jadi lebih paham bagaimana anak bersikap dan bereaksi terhadap sekelilingnya.
Montessori di GIS 3 Jogja: Dukung Potensi Diri Anak
Di PG-K GIS 3 Jogja, Montessori dilaksanakan setiap minggu. Tersedia beberapa area, seperti seni budaya, hewan, dan life skill yang siap memfasilitasi anak dalam eksplorasi dunia dan membantu mereka aware dengan sekitar.
Montessori menjadi salah satu program unggulan di PG-K GIS 3 Jogja. Program ini merupakan bukti bahwa sekolah berusaha mengembangkan lingkungan positif yang mampu mendukung potensi dalam diri setiap anak. Dengan demikian, anak tumbuh menjadi versi terbaik dirinya. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

