Little Readers, Big Imaginations: International Literacy Day at PG-K GIS 3 Jogja

Yogyakarta Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja) mengawali minggu ini dengan kegiatan penuh keceriaan. Tak seperti biasanya, pagi itu mereka datang ke sekolah dengan berbagai kostum yang lucu dan unik, mulai dari dokter, Putri Salju, harimau, dan masih banyak yang lain.

Hari ini, Senin, 14 September 2026, seluruh warga PG-K GIS 3 Jogja memperingati International Literacy Day. Selama satu hari, anak-anak diajak melakukan berbagai kegiatan yang seru, tetapi tetap edukatif.

Selesai upacara, anak-anak dituntun ke Multipurpose Hall JHS. Dengan langkah-langkah kecil, kaki-kaki mungil mereka berjalan mengikuti para guru dengan tertib. Senyum lebar menghiasi wajah, antusias menyambut pengalaman baru yang menanti.

Potret Storytime bersama Kak Syakirinu di Hall JHS
Potret Storytime bersama Kak Syakirinu di Hall JHS (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Momen Anak Belajar Mendengar dan Didengar

Tawa lepas dan semarak kebahagiaan semakin terasa di Hall JHS ketika anak-anak mendengar dongeng yang dikisahkan oleh Kak Syakirinu. Gaya duo pendongeng ini begitu interaktif, hangat, dan imajinatif. Anak-anak jadi tetap riang dan tidak mudah bosan selama story time berlangsung.

Kalau di Hall JHS tadi anak-anak fokus menyimak cerita, di kelas, giliran mereka yang bercerita. Teman-teman dan guru akan menjadi pendengarnya. Ragam kostum yang sesuai dengan tokoh dalam buku bacaan, membuat aksi mereka tampak semakin hidup dan berwarna. 

Di sini, ada proses yang lebih panjang dari sekadar menceritakan isi buku kepada audiens. Diawali dengan memilih buku favorit, membaca sebagai langkah awal untuk memaknai bacaan, sampai akhirnya bercerita. Rangkaian panjang ini membantu anak membangun keberanian, kepercayaan diri,  komunikasi, empati, dan kemampuan mengolah informasi.

Seorang anak menceritakan buku favoritnya kepada teman-temannya
Seorang anak menceritakan buku favoritnya kepada teman-temannya (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

International Literacy Day diakhiri dengan sesi yang mengasah kreativitas, yaitu art and craft. Kali ini, anak-anak akan mengubah botol bekas menjadi tempat pensil. Mereka bebas menghias botol itu sesuai daya kreasi, imajinasi, serta ekspresi dirinya masing-masing.

Selain mendukung perkembangan kreativitas anak, art and craft yang memanfaatkan bahan bekas seperti ini bisa menumbuhkan kesadaran tentang prinsip berkelanjutan dan kelestarian lingkungan. Jadi, anak paham satu cara menjaga lingkungan dan bahwa ada bahan bekas yang bisa didayagunakan.

Menanam Benih Pembelajar Lewat Literasi

Pada akhirnya, International Literacy Day merupakan suatu kegiatan yang positif dan inovatif. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan berbahasa sebagai akar dari kemampuan literasi anak-anak.

Potret seorang anak yang tampak serius menghias tempat pensil dari botol bekas
Potret seorang anak yang tampak serius menghias tempat pensil dari botol bekas (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Lebih dari itu, melalui setiap prosesnya, para guru juga berupaya menanamkan benih-benih keingintahuan yang tinggi dalam diri anak. Dengan mengenalkan anak pada membaca dan buku, diharapkan mereka tumbuh dengan rasa ingin tahu, tidak lelah belajar, dan mampu menjadi pribadi dengan pemikiran kritis serta cakap dalam berkomunikasi. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *