Learning About Our Emotions: How PG-K GIS 3 Jogja Nurtures Little Emotions Through Life Skill Training

Yogyakarta – Siswa Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja) sukses menyelenggarakan Life Skill Training pada hari Senin, 8 Juni 2026 pukul 08.00 di Hall PG-K.

Life Skill Training yang membahas tentang emotional release ini mengangkat tema “Small sentences. Big emotional impact.” Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenali diri dan memahami perasaannya. 

Aku, Perasaanku, dan Caraku Merawatnya

Sebagai pengisi acara, Ms. Anita mengajak siswa mengenali dan mengungkapkan perasaan yang mereka rasakan melalui sesi tanya jawab interaktif. Sesi tanya jawab seperti ini memberi kesempatan bagi siswa untuk menyuarakan perasaannya.

Jawaban-jawaban siswa terdengar bersahutan. Ada yang menjawab hatinya merasa bahagia ketika ada teman yang sharing saat snack time. Ada pula yang merasa senang ketika sedang bermain bersama teman-teman.

Antusiasme siswa ketika mengikuti kegiatan Life Skill Training
Antusiasme siswa ketika mengikuti kegiatan Life Skill Training (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Setelah mendengar berbagai jawaban siswa, Ms. Anita memperkenalkan beragam emosi yang dimiliki manusia, mulai dari marah, sedih, hingga bahagia. Emosi tersebut sangat wajar untuk dirasakan dan memiliki makna serta layak untuk diterima.

Meski setiap emosi adalah hal yang wajar, emosi tetap perlu dikelola dengan baik agar tidak berdampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain. Melalui sesi tanya jawab interaktif, Ms. Anita memberikan kesempatan kepada siswa untuk membagikan cara mereka meredakan emosi yang menguasai diri.

Seorang siswa mengatakan dirinya meredakan emosi dengan berwudu, sedangkan siswa lain memilih diam sejenak ketika amarah tengah menyelimuti hatinya. Jawaban-jawaban ini menunjukkan bahwa setiap anak memiliki cara sendiri untuk menenangkan diri.  

Berikutnya, Ms. Anita menjelaskan bahwa emosi dapat disalurkan lewat berbagai aktivitas yang sportif dan menyenangkan. Dijelaskan bahwa perasaan-perasaan yang muncul dapat disalurkan dengan cara-cara sederhana, seperti istigfar, bernyanyi, atau menggambar.

Ms. Anita sedang menyampaikan materi regulasi emosi, sedangkan siswa di hadapannya memperhatikan dengan saksama
Ms. Anita sedang menyampaikan materi regulasi emosi, sedangkan siswa di hadapannya memperhatikan dengan saksama (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Sebagai penutup, siswa diajak menikmati tayangan kartun yang mengangkat tema berbagai emosi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui tayangan ini, siswa semakin memahami bahwa setiap emosi adalah bagian alami dari diri manusia yang perlu dikenali, diterima, dan dikelola dengan baik. 

Belajar Regulasi Emosi Sejak Dini untuk Merawat Kesejahteraan Mental di Masa Depan

Kegiatan Life Skill Training tentang regulasi emosi ini penting bagi siswa sehingga mereka bisa memahami emosi dan perasaannya sendiri, tidak denial, dan bisa melampiaskannya melalui cara yang positif.

Regulasi emosi harus diajarkan dan diperkenalkan kepada siswa sejak usia dini karena akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental di masa mendatang. Mengajak mereka mengenal emosi sama dengan mengajak mereka untuk peduli dengan kesejahteraan jiwa dan mentalnya.

PG-K GIS 3 Jogja berkomitmen untuk memberikan lingkungan belajar yang bukan hanya mengembangkan kecerdasan dan memupuk keislaman, tetapi juga merawat agar siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan nyaman dengan dirinya sendiri. []

 

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *