Small Steps for a Big World: The Opening of International Cultural Week by PG-K GIS 3 Jogja

Siswa-siswi Kindy-1B berpose bersama orang tuanya pada kegiatan International Cultural Week 2025

Yogyakarta – Program International Cultural Week (ICW) adalah program rutin yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh unit Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja).

Tahun ini, ICW diikuti oleh 157 siswa. Pada hari Sabtu, 22 November 2025, program bertema “Learning culture, exploring the world” ini sukses dibuka dengan berbagai persembahan penampilan dari siswa-siswi PG-K. 

Berikutnya, selama delapan hari, siswa akan melakukan moving class, sebuah sistem belajar yang akan menempatkan mereka di satu kelas selama satu hari untuk mempelajari budaya tiap negara.

ICW menghadirkan budaya dari sejumlah negara Asia, Amerika, dan Eropa sehingga program ini mampu memperkenalkan dunia internasional kepada siswa. Siswa dapat mengenal lingkungan maupun hal-hal mendasar, seperti nama negara, bangunan khas, budaya, makanan, serta kesenian.

Keceriaan siswa Kindy-1A merepresentasikan negara Polandia melalui pakaiannya
Keceriaan siswa Kindy-1A merepresentasikan negara Polandia melalui pakaiannya (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Panggung Pembuka ICW: Penampilan Siswa dalam Balutan Pakaian Internasional

Pagi itu, beragam pakaian khas dari berbagai negara menghiasi lobi PG-K. Bukan hanya siswa, para guru, pengisi acara, dan beberapa parents juga memakai pakaian negara lain, mulai dari pakaian serba biru-putih dari Prancis sampai warna-warni hanbok khas Korea Selatan, untuk memeriahkan acara.

Riuh suasana ICW mulai terasa ketika parade negara. Dipimpin wali kelas yang membawa plang nama negara, siswa berbaris mengikuti di belakangnya, terlihat menawan dalam balutan pakaian-pakaian dari berbagai negara. Bersama-sama mereka berjalan dari halaman PG-K sampai lapangan basket.

Siswa Kindy-2D dalam balutan warna-warni pakaian hanbok khas Korea Selatan
Siswa Kindy-2D dalam balutan warna-warni pakaian hanbok khas Korea Selatan (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Pukul 08.40 WIB, siswa mulai mempersembahkan penampilan yang berupa tarian-tarian kreasi baru. Di atas panggung, para siswa bergerak-gerak lincah. Gerakan yang tidak selalu kompak dan sinkron—ciri khas anak-anak—tetapi justru menunjukkan kegembiraan mereka di panggung itu.

Penampilan siswa mampu menerbitkan senyum di wajah para orang tua. Penuh perasaan bangga, mereka mengangkat dan mengarahkan ponsel ke arah panggung, mendokumentasikan penampilan anak-anak mereka.

Flashmob menjadi penutup dari rangkaian acara Opening International Cultural Week. Kesembilan kelas PG-K menampilkan flashmob bersama para guru. Acara hari itu pun berhasil diakhiri dengan suasana yang ramai dan menyenangkan bagi siapa pun yang hadir di tempat itu.

Potret keseruan siswa sedang menampilkan tarian kreasi baru
Potret keseruan siswa sedang menampilkan tarian kreasi baru (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Mengenal Dunia melalui International Cultural Week

Salah satu orang tua siswa menyatakan apresiasinya terhadap program ICW. “Anak-anak dapat belajar tentang kebudayaan-kebudayaan asing di dunia,” ungkap Edo Mahendra. Ini menunjukkan bagaimana orang tua melihat ICW sebagai program yang bermanfaat dan layak didukung.

Memang, di era globalisasi saat ini, pergaulan antarnegara dan bangsa semakin sering dan mudah terjadi. Hal itu yang membuat ICW memiliki urgensi untuk diselenggarakan. Lewat ICW, siswa tidak hanya belajar tentang budaya internasional, tetapi juga komunikasi dan membuka pikiran terhadap perbedaan budaya. 

ICW juga menjadi suatu bukti bahwa GIS 3 Jogja memegang teguh komitmennya dalam menjalankan Pilar Keglobalan. GIS 3 Jogja mencoba menstimulasi siswa agar sedikit demi sedikit memahami kebudayaan dan kehidupan di kancah internasional melalui program ICW. []

 

 

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *