A Generation Ready to Respond: A Life Skill Training by PG-K GIS 3 Jogja and BPBD DIY

Siswa-siswi PG-K GIS 3 Jogja bersama TRC BPBD DIY

Yogyakarta – Pada hari Senin, 8 Desember 2025, unit Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja) telah sukses menyelenggarakan life skill training (pelatihan keterampilan hidup) yang diikuti 157 siswa.

Mengundang Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah – Daerah Istimewa Yogyakarta (BPBD DIY), kegiatan ini mengusung isu kebencanaan, khususnya gempa bumi.

PG-K GIS 3 Jogja memegang teguh komitmen untuk selalu memerhatikan keselamatan semua siswa, guru, staf, dan karyawan di lingkungan sekolahnya. Oleh karena itu, praktik kesiapsiagaan bencana ini sangat krusial untuk diadakan.

Potret siswa PG-K GIS 3 Jogja mengikuti life skill training dengan BPBD DIY
Potret siswa PG-K GIS 3 Jogja mengikuti life skill training dengan BPBD DIY (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Ajarkan Mitigasi Bencana Sejak Dini

Usia emas (golden age) anak merupakan fase tumbuh kembang yang paling ideal dan efektif untuk menerima rangsangan dari luar. Maka penting untuk membangun kesadaran kesiapsiagaan bencana pada siswa sejak usia dini.

Lilis Rahmawati, Kepala Sekolah PG-K GIS 3 Jogja, menjelaskan bahwa life skill training kali ini merupakan suatu usaha membentuk karakter siswa yang tangguh, tidak mengalami kepanikan ketika terjadi gempa.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membekali seluruh warga sekolah, khususnya siswa, tentang pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi gempa. Kita mengenal tanda, mempelajari langkah aman, dan melatih ketenangan diri,” papar Ms. Lilis lebih lanjut.

Siswa mempraktikkan proses penyelamatan diri saat gempa bumi
Siswa mempraktikkan proses penyelamatan diri saat gempa bumi (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

PG-K GIS 3 Jogja menaruh harapan yang besar dari terselenggaranya kegiatan ini. Ms. Lilis menuturkan, “Diharapkan warga sekolah bisa lebih sigap dan tangguh, juga bisa melindungi diri sendiri dan orang lain.”

Kolaborasi Sekolah dan BPBD untuk Edukasi Kebencanaan

Langkah PG-K GIS 3 Jogja dalam menyelenggarakan kegiatan life skill training mitigasi bencana ini diapresiasi oleh TRC BPBD DIY karena mampu menanamkan kesadaran mitigasi sejak usia dini.

Menurut Fikar, salah seorang anggota TRC, mengungkapkan bahwa edukasi kepada siswa usia dini merupakan cara paling efektif karena mereka masih mudah menyerap informasi yang diberikan. Di samping itu, siswa PG-K merupakan generasi penerus yang harus siap menghadapi ancaman dan risiko bencana.

Fikar memberikan penjelasan tambahan mengenai urgensi pelatihan mitigasi bencana oleh institusi-institusi pendidikan di DIY. Secara geografis, wilayah DIY bisa dibilang kompleks. Mulai dari Gunung Merapi sampai pesisir pantai, seluruhnya rawan terkena bencana. 

Momen keseruan siswa dalam kegiatan life skill training
Momen keseruan siswa dalam kegiatan life skill training (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

“Sekolah memegang peranan penting dalam membentuk ketangguhan anak karena bencana datangnya tidak terduga. Jadi, kita cuma bisa persiapan dan selalu siap siaga,” ujar Fikar. “Penting bagi institusi pendidikan menerapkan Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS),” tambahnya. 

Bersama BPBD DIY, PG-K GIS 3 Jogja mengenal alur penanggulangan bencana: mulai dari langkah mitigasi sebelum bencana, cara melakukan evakuasi mandiri saat keadaan darurat, hingga tahap pemulihan setelah situasi mereda. Bagian terakhir ini belum dibahas secara mendalam.

Energi Positif dari Pelatihan Mitigasi Bencana 

Melihat antusiasme para siswa, Fikar memberikan pujian. “Semua pihak sangat welcome dan antusias dalam mengikuti kegiatan,” ujarnya. Tidak ketinggalan, dia menuturkan harapan agar kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan secara berkala.

Seorang anggota TRC BPBD DIY sedang memberi penjelasan kepada siswa
Seorang anggota TRC BPBD DIY sedang memberi penjelasan kepada siswa (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Spirit yang dibawa oleh siswa PG-K GIS 3 Jogja juga dirasakan oleh TRC BPBD DIY sehingga mereka termotivasi untuk terus mengedukasi masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

Pelatihan mitigasi bencana ini membantu anak mengenali tanda-tanda gempa dan mempraktikkan langkah yang aman dilakukan ketika terjadi gempa, seperti berlindung di bawah meja.

Ini menunjukkan bagaimana memberi bekal kehidupan kepada siswa, khususnya usia dini, harus dimulai dari ruang-ruang terkecil, diiringi dengan bimbingan para guru, dan peran serta dari para ahli di bidangnya. []

 

Source:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *