Yogyakarta – Apabila kita memasuki Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja) pada Rabu, 6 Mei 2026 pukul 08.30 WIB, kita akan melihat beberapa alat permainan motorik kasar di depan musalanya.
Alat-alat itu nantinya akan digunakan oleh siswa-siswi kelas Kindy-1 untuk melaksanakan Gross Motor Activity. Berlangsung selama 30 menit, kegiatan pembelajaran tersebut bertujuan untuk mengasah motorik kasar siswa.
Aksi Tangkas di Area Motorik
Siswa Kindy-1 keluar kelas secara bergantian dengan penuh semangat dan antusiasme. Ketika melihat alat-alat stimulasi motorik kasar yang telah ditata oleh para teachers, antusiasme mereka semakin melonjak.
Namun, sebelum kegiatan dimulai, para siswa terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai cara melewati setiap tantangan. Mereka pun duduk di depan musala, mendengarkan dengan saksama penjelasan dari teacher di hadapannya.

Setelah itu, dua orang siswa dipanggil untuk mulai mencoba lintasan. Pada permainan pertama, ada hula hoop yang dikalungkan pada dua buah kursi. Siswa harus melangkah masuk dan keluar ke hula hoop tersebut supaya bisa melanjutkan ke permainan kedua.
Dua buah meja yang di sisi kanan dan kirinya dihiasi gambar api telah menanti di permainan kedua. Pada tantangan ini, siswa diajak melatih salah satu kemampuan motorik kasar yang paling penting, yaitu merangkak. Mereka harus merangkak melewati kolong meja dengan cepat dan tangkas.
Di permainan ketiga, ada papan titian yang harus dilalui dengan penuh kehati-hatian agar tidak terjauh. Ketika melewati papan, kedua tangan direntangkan untuk menjaga keseimbangan. Sementara itu, kaki-kaki mungil itu melangkah perlahan sampai ujung.

Selesai meniti papan titian, siswa berhadapan dengan bola kecil. Beberapa meter jauhnya dari bola itu, terdapat gelas-gelas kertas yang disusun membentuk segitiga. Tugas para siswa di sini adalah menggelindingkan bola tersebut ke arah gelas sampai susunan gelas itu runtuh.
Sorakan semangat memenuhi area permainan saat para siswa menyebut nama teman yang sedang bermain. Tepuk tangan riuh pun langsung terdengar setiap kali mereka berhasil menyelesaikan seluruh tantangan dengan penuh percaya diri.
Pertanyaan, “Siapa yang belum?” diserukan berkali-kali oleh teachers untuk memastikan seluruh siswa sudah memperoleh kesempatan merasakan pembelajaran pada Gross Motor Activity hari ini.
Satu, Dua, Tiga! Aksi Seru di Markas Damkar Cilik
Usai menyantap snack di sesi snack time di kelas masing-masing, siswa Kindy-1 melanjutkan aktivitas di kelas dengan Pembelajaran Area, sebuah metode pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memilih area yang sesuai minatnya.

Di masing-masing kelas Kindy-1, sudah tersedia empat area: Math Area, Construction Area, Roleplay Area, dan Art and Craft Area, yang seluruhnya bertema pemadam kebakaran (damkar). Seperti ketika Gross Motor Activity, di sini, teacher terlebih dahulu menjelaskan cara bermain di tiap-tiap area.
Di Math Area, siswa diajak belajar berhitung melalui permainan dadu dan lego yang seru. Setelah dadu diguncang, lego dijalankan di atas kertas bergambar kobaran api bernomor sesuai angka yang muncul pada dadu. Sambil menggerakkan lego, para siswa pun kompak berhitung bersama, “Satu, dua, tiga!”
Construction Area dirancang untuk melatih kreativitas. Di sini, mereka diajak membangun kota aman sesuai imajinasi masing-masing. Balok-balok cokelat dan truk damkar mainan dihadirkan untuk mendukung proses eksplorasi dan kreativitas siswa.

Kacamata pelindung dan topi damkar disediakan di Roleplay Area, tempat siswa akan berpura-pura menjadi petugas pemadam kebakaran yang sedang berusaha memadamkan kobaran api di sebuah gedung.
“Ayo, kita menyetir!” seru salah seorang siswa saat bermain di atas “mobil damkar” di Roleplay Area. Jika ada yang lupa mengenakan kacamata pelindung atau topi, teacher dengan sigap mengingatkan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenal pentingnya keselamatan kerja sejak dini dengan cara yang menyenangkan.
Sementara itu, Art and Craft Area telah dipenuhi berbagai perlengkapan, seperti kertas hitam, kertas warna-warni, cat, spons, lem, dan gunting. Di area ini, siswa ditantang membuat mobil damkar dari bahan-bahan yang telah disediakan. Sebagai petunjuk, teacher telah membuat contoh mobilnya. Jadi, siswa tinggal menirunya saja.

Pembelajaran Area dijalankan dengan sistem rolling, sehingga siswa bisa bergeser dari satu area ke area lainnya. Cara ini membuat siswa bisa merasakan pengalaman belajar yang beragam dan menyeluruh.
Lebih dari Sekadar Bermain: Menanam Benih Berani dan Percaya Diri
Sepanjang pelaksanaan Gross Motor Activity dan Pembelajaran Area, senyum dan tawa siswa Kindy-1 tidak pernah luntur. Hal itu menjadi satu tanda perasaan gembira yang mereka rasakan dalam hati.
Dari sini, kita bisa melihat bahwa aktivitas pembelajaran yang dirancang dengan seru dan menyenangkan bisa membuat siswa lebih antusias untuk belajar, percaya diri, berani mencoba hal baru, serta menikmati setiap proses yang mereka jalani bersama teman-temannya. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

