From Dusk to Dawn: The Story of Ifthar Jama’i and Ramadan Islamic Camp at PG-K GIS 3 Jogja

Yogyakarta – Hari beranjak sore, tetapi Playgroup-Kindergarten Global Islamic School 3 Yogyakarta (PG-K GIS 3 Jogja) justru semakin ramai dipenuhi siswa-siswi yang baru saja berdatangan.

Mereka terlihat begitu antusias untuk mengikuti kegiatan Ifthar Jama’i dan Pesantren Ramadan. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama satu malam, yaitu mulai dari Jumat, 27 Februari 2026 sore sampai Sabtu, 28 Februari 2026 pagi.

Namun, pelaksanaan kegiatan tetap disesuaikan dengan level siswa. Siswa Playgroup hanya mengikuti buka bersama. Sedikit lebih lama, siswa Kindy-1 ikut salat Magrib berjamaah, sedangkan siswa Kindy-2 akan bermalam di sekolah. 

Siswa-siswi PG-K GIS 3 Jogja berfoto bersama di lobi sekolah
Siswa-siswi PG-K GIS 3 Jogja berfoto bersama di lobi sekolah (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Dari Senja hingga Terlelap

Pukul 16.00 WIB, bertempat di hall PG-K, rangkaian kegiatan Ifthar Jama’i dan Pesantren Ramadan dibuka. Hall tersebut sudah ditata sedemikian rupa, diberi dekorasi yang sederhana, tetapi terkesan hangat. Evamat terhampar memenuhi ruangan, menjadi alas duduk siswa. 

Sebagai awalan, siswa diajak memainkan game yang dinamai Islamic Memory Game, dengaan mekanisme menebak gambar-gambar islami. Pelaksanaan game ini membuat siswa lebih ceria dan antusias mengikuti acara-acara berikutnya.

Demi mengajarkan nilai kepedulian dan empati, siswa diajak memahami makna berbagi lewat Santunan Ramadan. Dibimbing gurunya, perwakilan siswa menyerahkan amplop santunan kepada anak yatim dengan penuh kehangatan. Dari sini, siswa diajarkan makna berbagi dan bersyukur.

Ms. Lilis, kepala sekolah PG-K GIS 3 Jogja, menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim
Ms. Lilis, kepala sekolah PG-K GIS 3 Jogja, menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Mendekati jam berbuka, siswa mulai bersiap dengan tertib. Terlebih dulu mereka dibimbing untuk mencuci tangan, kemudian kembali duduk berhadap-hadapan bersama kelasnya masing-masing sembari menanti pembagian takjil.

Siswa tersenyum riang ketika mendengar suara azan Magrib yang dikumandangkan Mr. Rahmat. Dengan semangat, mereka melahap takjil yang tersaji di hadapannya. Ada perasaan senang dan bangga ketika mereka berhasil menyelesaikan puasa hari itu.

Setelah takjil-takjil tandas, siswa Playgroup segera bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Sementara itu, Kindy-1 akan salat Magrib dulu sebelum kemudian ikut pulang dan Kindy-2 dijadwalkan untuk makan malam bersama guru di hall.

Seorang siswa tampak khusyuk ketika salat berjemaah
Seorang siswa tampak khusyuk ketika salat berjemaah (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Perut-perut telah terisi, kini siswa diajak untuk salat Magrib dan Isya berjamaah serta salah tarawih. Selepas salat, mereka dituntun untuk berdoa dan berzikir, menutup rangkaian salat yang khusyuk dan bermakna.

Tidak hanya diajak untuk melaksanakan salat berjamaah, siswa Kindy-2 juga diajarkan untuk mengumandangkan azan dan ikamah. Pelibatan siswa dalam kegiatan sehari-hari seperti ini menjadi satu cara yang efektif untuk membuat mereka terbiasa mengamalkan ajaran agama Islam.

Supaya siswa tetap teratur dan tidak menumpuk di satu tempat, mereka dibagi ke dalam delapan camp berbeda untuk kegiatan malam. Setiap camp akan didampingi oleh guru, sehingga suasana tetap kondusif dan terkontrol.

Potret siswa dibimbing untuk doa bersama sebelum tidur malam
Potret siswa dibimbing untuk doa bersama sebelum tidur malam (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Sekitar pukul 21.00 WIB, para siswa memasuki alam mimpinya masing-masing. Gedung sekolah yang semula ramai mendadak hening. Namun, di tengah keheningan dan lelapnya siswa itulah menu sahur mereka disiapkan agar ketika mereka bangun nanti, mereka bisa segera menyantapnya.

Jejak Pagi Ramadan: Ibadah, Tanggung Jawab, dan Kepulangan

Dengan wajah-wajah mengantuk khas orang bangun tidur, siswa mengambil sepiring menu sahur yang langsung saja mereka santap hingga bersih. Setelah makan, mereka dibimbing untuk sikat gigi dan bersiap-siap untuk salat Subuh berjamaah dan murajaah.

Selesai beribadah, siswa diajak bergerak dan berolahraga. Bersama-sama, mereka berjalan kaki “mengelilingi” sebagian kecil lingkungan sekolah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan agar siswa tidak mudah mengantuk dalam menjalani hari.

Meski pagi masih gelap, siswa diajak jalan pagi di sekitar sekolah
Meski pagi masih gelap, siswa diajak jalan pagi di sekitar sekolah (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Sekolah juga mengajarkan dan menanamkan karakter bertanggung jawab dalam diri siswa dengan cara mengajak mereka merapikan barang-barang yang mereka gunakan. Dengan bergotong royong, siswa membereskan kasur, selimut, dan barang pribadinya.

Sertifikat dibagikan kepada setiap siswa sebelum mereka pulang ke kediaman masing-masing. Sertifikat tersebut menjadi wujud apresiasi sekolah terhadap siswa yang telah menjadi hebat dengan berpuasa Ramadan, mengamalkan nilai dan ajaran Islam, serta belajar lebih mandiri selama satu malam.

Langkah Kecil, Makna Besar: Menumbuhkan Cinta Ibadah Sejak Dini

Kegiatan yang menjadi rutinitas tahunan ini hadir sebagai sarana penanaman nilai keagamaan sejak anak berada di usia dini. Lewat sebuah kegiatan yang dirancang agar menyenangkan, siswa diajarkan untuk bersyukur, cinta kepada Allah swt. dan Al-Qur’an, serta empati pada sesama.

Senyum ceria seorang siswa dalam rangkaian kegiatan Ifthar Jama'i dan Pesantren Ramadan
Senyum ceria seorang siswa dalam rangkaian kegiatan Ifthar Jama’i dan Pesantren Ramadan (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Dilaksanakannya Ifthar Jama’i dan Pesantren Ramadan menjadi wujud nyata penerapan Pilar Keislaman di PG-K GIS 3 Jogja. Harapannya, kegiatan ini bisa membuat siswa lebih memahami ibadah puasa, memperkuat keimanan, dan menambah wawasan serta jiwa rohani mereka. []

 

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *